Sering banget akun twitter Farhat Abbas @farhatabbaslaw
dibicarakan di jagad internet. Farhat Abbas mendeklarasikan diri untuk menjadi
calon Presiden RI untuk tahun 2014-2019. Ada yang pro, tetapi rasanya lebih
banyak yang kontra. Terlebih lagi, setelah secara terang-terangan, Farhat
mengkritik kinerja Jokowi-Ahok dan secara terbuka menyebut Ahok dengan sebutan ras
tertentu. Dan hal berikut adalah yang kemungkinan Farhat Abbas
tahu mengenai twitter, dan kita tidak
Prinsip Chaos
Farhat tahu betul kondisi ini. Sebetulnya ini adalah prinsip
dasar dalam dunia politik. Ciptakan chaos, untuk menciptakan leader. Jadi yang
Farhat lakukan saat ini adalah menciptakan chaos dengan twit-twit nya yang
penuh provokasi dan narsisme. Biarpun penuh dengan cacian, tetapi bisa
dipastikan sekarang pasti lebih banyak orang yang tahu bahwa di dunia ini ada
orang yang bernama : Farhat Abbas. Tujuan pertama tercapai.
Prinsip Leverage
Kerennya ini adalah prinsip pengungkit. Saat ini Farhat
sedang tes ‘ombak’. Melihat situasi. Jangan lupa bahwa latar belakang
pekerjaannya adalah pengacara, dan Farhat bukan lah pengacara top semacam Adnan
Buyung atau Hotman Paris Hutapea. Oleh karena itu dia memerlukan pengungkit
untuk kelangsungan bisnisnya. Pengungkitnya ya sekarang ini, seakan-akan
mencalonkan jadi Presiden, meng-klaim terganteng pula. Kalau ada partai yang
tertarik ya syukur, kalau nggakpun, bisnisnya akan tetap jalan karena upayanya
dalam mensosialisasikan ‘keberhasilannya’ dalam profesi pengacara saat ini
cukup berhasil.
Prinsip Wave
Farhat Abbas tahu bahwa dia akan dihina dan dicaci maki
habis-habisan, apalagi di social media yang interaksinya direct. Tetapi yang
menghina tidak tahu kalau Farhat Abbas sudah tahu. Nah lo. Ini akan membuat
ombaknya berasa besar di permukaan, tetapi sebetulnya dia tenang di dasarnya.
Ketenangan, tidak larut dalam pembicaraan yang merugikannya adalah tanda kalo
Farhat tahu apa yang akan terjadi.
Prinsip Butterfly Effect
Ini yang paling dasyat diantara semuanya. Satu komentar dari
Farhat Abbas bahkan sampai dibuat berita di berbagai koran, media bahkan
televisi. Kapan lagi pengacara selevel Farhat akan mendapatkan publikasi gratis
kalo gak sekarang? Satu kepakan sayap kupu-kupu dibelahan dunia sini, akan
berakibat topan di belahan dunia yang lain.
Jadi buat saya saat ini Farhat sedang menunggangi social
media. Yang kita tidak sadari adalah bahwa yang membuat Farhat Abbas menjadi
terkenal adalah kita, ya kita ini, yang me-retwit, atau mention atau caki maki.
Coba biarkan saja, pasti hasilnya akan laen.
Pengamatan :
Menurut Project Cheff acara berita Metro Realita (Metro TV)
:
“Dia itu (Farhat) orang yg sangat Licik, mungkin karena
memang dia tidak dikenal masyarakat. Dan pendapatan dia tidak seperti teman
seprofesi dia. Makanya dia memilih SARA, dan menyerang orang-orang populer (Pak
Jokowi dan Pak Ahok) untuk mendongkrak nama dia. Membuat orang bicarain dia
lewat BC BBM, twitter, itu jalur promosi gratis... dan luar biasa jalur toll
kecepatan tinggi... jadi stop lah... kawan2 utk bicarakan saudara kita yg satu
ini... karena saat ini, banyak undangan untuk dia muncul di TV, dan anda semua
apakah tahu dia itu (farhat) dibayar berapa untuk ditampilkan di Hitam Putih,
Bukan 4 Mata-nya Trans7? dan bebrapa acara debat di TV One? Sangat menggiurkan
untuk nambah kocek pribadinya, dia itu (farhat) bukan hanya cari populer, tapi
juga cari“ Duit”, makanya kami dari Metro TV tidak pernah mau bahas masalahnya,
apalagi mengundang orang-orang tidak ber-attitude seperti dia...”

0 komentar:
Posting Komentar